I. PENDAHULUAN

1. Latarbelakang dan Dasar Pemikiran.

Kegiatan Studi Institut merupakan program yang dilaksanakan PERSETIA secara berkala setiap

tahun sejak tahun 1973. Secara bergilir bidang-bidang studi dibahas dalam kegiatan ini dan

dibimbing oleh para dosen ahli yang terkait baik dari dalam maupun dari luar negeri. Lamanya studi

ini semula, 2 (dua) minggu pada liburan antar semester, sekaligus merupakan refreshing untuk para

dosen bidang studi tersebut. Studi ini dilaksanakan dalam rangka membantu para dosen bidang

studi untuk membahas rencana perkuliahan, baik kurikulum, silabus, buku-buku ajar dan metode

perkuliahan. Pesertanya sekitar 20 sampai 25 orang sesuai jumlah sekolah anggota PERSETIA saat

itu. Setelah tahun 1980-an studi ini melibatkan juga gereja-gereja yang melalui utusan-utusannya

memberikan sumbangan pemikiran berdasarkan pengalaman Jemaat, dalam rangka penyusunan

kurikulum. Karena gereja-gerejalah yang mempergunakan hasil pendidikan sekolah-sekolah teologi

maka kehadiran mereka terasa sangat bermanfaat. Jumlah peserta studi ini semakin banyak, sekitar

70 sampai 80 orang.

Dari segi pembiyaan pelaksanaan studi ini terasa sangat mahal. Karena itu waktu

pelaksanaannya diubah dari 2 (dua) minggu menjadi 1 (satu) minggu. Bahkan untuk mata kuliah

tertentu dilaksanakan 4 (empat) hari. Hal ini mulai berlaku sejak tahun 1990-an. Dalam

perkembangannya sekitar tahun 2.000-an studi ini dikemas interdisipliner, misalnya untuk tema-

tema seperti: Metodologi Berteologi, Spiritual Kristiani, Metode Penelitian, Teologi Kontekstual,

Aristektur Gereja, Lay Leadership, Eklesiologi dan Pastoral Konseling dan tahun 2017 akan

mengangkat tema Etika Politik.

Pelaksanaan Studi Institut dalam praktek sangat bermanfaat bagi dosen-dosen karena menjadi

ajang untuk tukar menukar pengalaman mengajar, tetapi juga untuk menambah pengetahuan

dalam rangka memajukan pendidikan teologi di bidang studi masing-masing.

2. Diskripsi Studi.

Dalam era reformasi bangsa dan negara Indonesia, di mana politik sangat berperan penting

bahkan menetukan, pokok ini menantang gereja-gereja kita. Di dalam masyarakat pluralistik, sangat

dibutuhkan adanya hubungan yang saling bergantung antara berbagai komponen yang berbeda,

sehingga didalamnya terjadi interaksi di mana faktor etika sangat menentukan. Perlu dipertanyakan

prinsip-prinsip moral yang harus mendasari penataan kehidupan masyarakat sebagai satu

keseluruhan. Dewasa ini bahaya paganisasi negara semakin mengancam dan meresahkan.

Sementara itu demokrasi semakin cenderung menetralkan nilai-nilai dan norma-norma yang

dipegang sebelumnya. Terjadi kekosongan ideologis yang cenderung dibiarkan saja. Partai-partai

politik semakin berperanan, pandangan, kebjakasanaan dan programnya menentukan arah

perjalanan bangsa dan negara, apalagi ketika memenangkan pemilihan umum. Kekuasaan partai-

partai politik semakin besar dengan membangun ideologinya baik secara nyata maupun

tersembunyi. Haluan negara dan bangsa tidak lagi ditetapkan oleh lembaga perwakilan dan

permusyawaratan rakyat seperti MPR, tetapi ditentukan oleh partai politik yang berkuasa.

Politisasi agama bertumbuh dengan subur dan meresahkan. Tidaklah mengherankan bila

sudah muncul upaya-upaya untuk membelokan haluan negara dan bangsa berdasar keinginan

kelompok dan golongan. Menghadapi situasi ini, gereja-gereja cenderung pasif karena tidak mampu

P E R S E T I A

Perhimpunan Sekolah-Sekolah Teologia di Indonesia

Association of Theological Schools in Indonesia

Jl. Proklamasi 27, Jakarta 10320, Indonesia

KERANGKA ACUAN STUDI INSTITUT PERSETIA 2017

TEMA : ETIKA POLITIK

Fakultas Teologi Universitas Artha Wacana, Kupang.

2

memasuki ranah politik dan hanya mengarahkan perhatian dan pelayanannya kepada kebutuhan

internalnya. Gereja sepertinya kehilangan daya kritis dan fungsi kenabiannya di tengah masyarakat

dan bangsa. Walau demikian masih ada kelompok dan pribadi-pribadi yang mengkritik keadaan

yang dihadapi bangsa dan negara dan menyuarakan agar Pancasila menjadi landasan semua pihak

untuk membangun bangsa dan negara mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Karena itu kesadaran yang mengingatkan tentang pilar-pilar utama yang menopang keutuhan

bangsa dan negara Indonesia, merupakan upaya yang perlu disambut untuk dikaji dan

dikembangkan. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan pegangan utama dalam

kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai dasar dan ideologi, Pancasila merupakan kekuatan

untuk mengawal pluralisme masyarakat dan bangsa, dimana semua kelompok dan golongan

memberikan partisipasinya untuk membangun masyarakat dan bangsa menuju masyarakat adil dan

makmur.

Di atas dasar Pancasila, dibangun pilar Undang-undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan

Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketua MPR pada periode yang lalu (2009-2014) Taufiq Kemas

mengingatkan kembali agar 4 pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI

dimasyarakatkan untuk menjadi pegangan utama. Ketua MPH-PGI Dr. Andreas Yewangoe,

mengomentari dan menguraikan bahwa hanya ada 3 pilar yang yang dibangun di atas satu fondasi

atau dasar yaitu Pancasila. Baik gagasan Taufiq Kemas dengan 4 pilar atau pemikiran Anderas

Yewangoe dengan satu dasar Pancasila yang diatasnya dibangun 3 pilar, belum dikembangkan lebih

lanjut di tengah hiruk pikuk perjuangan para elit politik yang sangat menentukan kehidupan

berbangsa dan bernegara dewasa ini.

Dalam menghadapi keadaan ini, Studi Institut ini diselenggarakan untuk menghimpun

berbagai pemikiran dan analisis untuk memperlengkapi gereja dalam pelayanannya di tengah

masyarakat. Selain itu mempersiapkan lembaga-lembaga pendidikan teologi untuk

mengembangkan kurikulum sehubungan berbagai persoalan etika dan moral yang dihadapi bangsa

dan negara.

II. TUJUAN

Secara umum, hasil yang hendak dicapai adalah memetakan masalah-masalah etika politik yang

dihadapi dan merumuskan pemahaman-pemahaman baru tentang etika politik yang akan menjadi

bahan untuk pengembangan kurikulum dan pencerahan bagi gereja-gereja yang sedang

menggumuli diri dan keberadaannya sebagai gereja.

1. Tujuan Umum.

Peserta memiliki pengalaman bersama dalam mendalami tema-tema teologi kontekstual di

Indonesia dalam hal ini tentang etika politik, membuat pemetaan masalah dan merumuskan

pokok-pokok pikiran untuk memperkaya kurikulum pendidikan teologi dan membantu

gereja-gereja dalam mengembangkan pemahaman etika politik kontekstual di Indonesia.

2. Tujuan Khusus.

a. Agar peserta membuat pemetaan masalah yang dihadapi bangsa dan negara dewasa ini

di tengah kompleksitas kehidupan politik ditinjau dari segi etika.

b. Agar peserta merumuskan pemikiran-pemikiran teologis-etis untuk memperlengkapi

gereja-gereja dalam melayani masyarakat, bangsa dan negara.

P E R S E T I A

Perhimpunan Sekolah-Sekolah Teologia di Indonesia

Association of Theological Schools in Indonesia

Jl. Proklamasi 27, Jakarta 10320, Indonesia

KERANGKA ACUAN STUDI INSTITUT PERSETIA 2017

TEMA : ETIKA POLITIK

Fakultas Teologi Universitas Artha Wacana, Kupang.

3

c. Agar peserta merumuskan usul-usul untuk pembaruan kurikulum pendidikan teologi

khususnya di bidang Etika/Sistematika.

III. POLA, METODE DAN KEGIATAN.

a. Pola yang dipergunakan adalah curah pendapat (sharing) bersama dengan identifikasi

masalah baik secara teoritis maupun pengalaman disertai hasil pengkajian terhadap

penelitian.

b. Metode yang dikembangkan adalah seminar, simposium dengan presentasi narasumber

dan peserta studi.

c. Kegiatan yang dilaksanakan adalah presentasi, kelompok kerja dan diskusi.

IV. WAKTU DAN TEMPAT

Waktu : Selasa-Jumat, 10 – 14 Juli 2017

Tempat : Fakultas Teologi UKAW, Kupang.

V. PESERTA.

1. Dosen dari Sekolah-sekolah Teologi : sekitar 60 orang.

2. Utusan Gereja-gereja, Lembaga dan Mitra : sekitar 20 orang.

3. Narasumber, panitia dan pengurus PERSETIA: sekitar 25 orang.

4. Jumlah seluruhnya diperkirakan 90-100 orang.

VI. POKOK BAHASAN dan NARASUMBER

A.Tinjauan Umum:

-Gonjang-ganjing Dunia Politik Indonesia oleh Yasona Laoly/ Yunarto Wijaya/Hasto Sek

PDIP/Maruarar Sirait (masih dalam konfirmasi)

– Pancasila, Demokrasi Modern dan Gerakan Primordialisme abad XXI di Indonesia oleh Romo

Benny Susetyo Pr.

B. Tinjauan Sosio-Budaya dan Teologis

– Keristenan dan Politik oleh Dr. Richard Daulay, D.Th

– Peran Politik Orang Kristen: Catatan Pengamatan, Pengalaman dan Refleksi

Pdt. Dr. Andreas Yewangoe

C. Presentasi Gereja dan STT

– Presentasi STT Anggota PERSETIA

a) Pendidikan kewarganegaraan dalam kurikulum Perguruan Tinggi : STT Jaffray, STT Is. Kijne

Papua, FTh UKIM, STT Abdi Sabda.

b) Studi Lapangan Pilkada serentak 2017 oleh Steve G dan Elia Tambunan.

P E R S E T I A

Perhimpunan Sekolah-Sekolah Teologia di Indonesia

Association of Theological Schools in Indonesia

Jl. Proklamasi 27, Jakarta 10320, Indonesia

KERANGKA ACUAN STUDI INSTITUT PERSETIA 2017

TEMA : ETIKA POLITIK

Fakultas Teologi Universitas Artha Wacana, Kupang.

4

– Presentasi Gereja-gereja dengan topik “Gereja menghadapi korupsi (uang dan kekuasaan) –

antara moral dan realitas”. Sinode GMIT, GKS, GPDI, GBKP, GKJTU.

D. Pleno Hasil diskusi kelompok

VII. PEMBIMBING AKADEMIK.

Pendeta Yusak Soleiman, Ph.D.(Ketua Pengurus PERSETIA dan Ketua STT Jakarta) dan

Pendeta Yetty Leyloh, M. Hum.(Bendahara Pengurus PERSETIA dan Dosen F.Teol. UKAW

Kupang).

VIII. ACARA DAN JADWAL (terpisah).

IX. PEMBIAYAAN.

Disusun tersendiri dengan alokasi tanggungjawab sbb:

a. PERSETIA menanggung Honorarium dan Transportasi Narasumber dan subsidi untuk

“host” yaitu F.Th UKAW Kupang.

b. F.Th UKAW Kupang menyediakan akomodasi, konsumsi dan sekretariat serta

mengelola uang pendaftaran peserta.

X. PENANGGUNGJAWAB DAN PELAKSANA.

a. Penanggungjawab : Pengurus PERSETIA yang dilaksanakan oleh Pembimbing Akademik.

b. Pelaksana : Dekan FTh UKAW Kupang, yang ditugaskan kepada Panitia Pelaksana

Setempat dengan berkoordinasi dengan Direktur Pelaksana PERSETIA.

XI. PENUTUP.

Demikianlah kerangka acuan ini disusun berdasarkan Program Kerja PERSETIA 2014-2018,

kiranya Tuhan memberkati pelayanan PERSETIA dan segenap sekolah anggotanya untuk

memajukan Pendidikan Teologi dan mengembangkan pemikiran Teologi Kontekstual di

Indonesia.

Jakarta, Maret 2017.

Pengurus PERSETIA.

P E R S E T I A

Perhimpunan Sekolah-Sekolah Teologia di Indonesia

Association of Theological Schools in Indonesia

Jl. Proklamasi 27, Jakarta 10320, Indonesia

KERANGKA ACUAN STUDI INSTITUT PERSETIA 2017

TEMA : ETIKA POLITIK

Fakultas Teologi Universitas Artha Wacana, Kupang.

5

Hari Senin : 10 Juli 2017.

– Peserta tiba siang/sore/malam: disediakan penginapan dan makan malam

– Pendaftaran peserta : Uang pendaftaran setiap peserta Rp.350.000.- (untuk sekolah

anggota) dan Rp. 500.000 (calon anggota/mitra) disetor ke Panitia Lokal.

Hari Pertama : Selasa 11 Juli 2017

06.30-07.30 : Makan pagi.

07.30-08.15 : Ibadah Pembuka + Refleksi Pembuka.

08.15-09.00 : Sambutan dan Perkenalan Peserta

Ketua Persetia dan Dekan FTh UKAW Kupang

09.00 -09.30 : Pengantar Umum Studi Institut oleh Pembimbing Akademik

Pdt.Yusak Soleiman, Ph.D dan Pdt. Yetty Leyloh, M.Hum.

09.30 -10.30 : Sesi 1 : Gonjang-ganjing Dunia Politik Indonesia oleh Yasona Laoly/

Yunarto Wijaya/ Hasto PDIP/ Maruarar Sirait (masih dalam konfirmasi)

10.30-11.00 : Istirahat (teh/kopi).

11.00-13.00 : Sesi 2: Pancasila, Demokrasi Modern dan Gerakan Primordialisme abad

XXI di Indonesia oleh Romo Benny.

13.00-14.00 : Makan siang.

14.00 -16.00 : Sesi 3 : Tinjauan Teologis: Keristenan dan Politik

Pdt. Dr. Richard Daulay, D.Th

16.00-16.30 : Istirahat (teh/kopi).

16.30-18.30 : Sesi 4 Presentasi Gereja : GMIT, GKS, GPDI, GBKP, GKJTU.

18.30-19.00 : Ibadah Malam dan Makan Malam (selanjutnya istirahat)

Hari Kedua : Rabu, 12 Juli 2017

06.30-07.30 : Makan pagi

07.30-08.00 : Ibadah Pagi.

08.00-10.00 : Sesi 5: : Tinjauan Sosio-Budaya dan Teologis : Peran Politik Orang Kristen:

Catatan Pengamatan, Pengalaman dan Refleksi oleh Pdt. Dr. Andreas

Yewangoe

10.00-10.30 : Istirahat (teh/kopi).

10.30-13.00 : Sesi 6 Presentasi Sekolah Teologi & Diskusi “Pendidikan kewarganegaraan

dalam kurikulum Perguruan Tinggi” oleh STT Jaffray, STT Is. Kijne Papua, F.Th UKIM, STT

Abdi Sabda.

13.00-14.0 : Makan Siang.

14.00-16.00 : Sesi 7 : Presentasi & Diskusi “Studi Lapangan Pilkada serentak 2017 oleh

Steve G dan Elia Tambunan

16.00-16.30 : Istirahat (teh/kopi)

16.30-18.30 : Sesi 8 : Diskusi Kelompok

P E R S E T I A

Perhimpunan Sekolah-Sekolah Teologia di Indonesia

Association of Theological Schools in Indonesia

Jl. Proklamasi 27, Jakarta 10320, Indonesia

KERANGKA ACUAN STUDI INSTITUT PERSETIA 2017

TEMA : ETIKA POLITIK

Fakultas Teologi Universitas Artha Wacana, Kupang.

6

18.30-19.00 : Ibadah Malam dan Makan Malam (selanjutnya istirahat)

Hari Ketiga : Kamis, 13 Juli 2017

06.30-07.30 : Makan pagi

07.30-08.00 : Ibadah pagi

08.00-10.00 : Sesi 9 Pleno Hasil Diskusi

10.00-10.30 : Istirahat (teh/kopi)

10.30-12.30 : Sesi 10 : Evaluasi & Rekomendasi Hasil SI 2017 dan Rencana Tindak Lanjut

12.30-13.30 : Makan Siang

13.30-15.00 : Ibadah Penutup & Refleksi Penutup.

15.00-18.00 : Exposure Kota Kupang

Selanjutnya 14 Juli 2017 peserta kembali ke tempat atau daerah masing-masing.