“Pemberdayaan Pustakawan dalam Memajukan Pendidikan Teologi di Indonesia”

Dalam dunia akademik, perpustakaan tentunya tidak asing lagi bagi stake holder suatu

perguruan tinggi. Perpustakaan sebagai pusat informasi dan pusat pembelajaran harus mampu

memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka secara cepat, tepat dan akurat. Selain

itu, perpustakaan semakin dituntut untuk memberikan layanan serba online, baik data

bibliografi koleksi perpustakaan, layanan koleksi elektronik maupun repositori akademik suatu

institusi pendidikan. Disisi lain, pemustaka pada umumnya adalah digital native yang tidak

pernah luput dari berbagai media online. Kenyataan-kenyataan tersebut menuntut kemampuan

literasi informasi dan literasi media bagi Pustakawannya. STT-STT diharapkan mampu berperan

dalam melengkapi pelaku-pelaku teologia dalam seluruh aspek kehidupan manusia yang serba

komplek dalam kebutuhan. Peran perpustakaan dan pustakawan semakin penting dari waktu

ke waktu, apalagi sejak tahun 2007 peran tersebut di Indonesia semakin diperhitungkan dengan

diterbitkannya Undang-undang nomor 43 tahun 2007 dan standar Nasional pengelolaan

Perpustakaan di Indonesia serta aturan akreditasi bagi perguruan tinggi di Indonesia.

Perhimpunan Sekolah-sekolah Teologi di Indonesia (PERSETIA) dalam upaya memajukan

Sekolah-sekolah anggotanya juga berupaya mengembangakan unit-unit penting terkait lainnya

termasuk perpustakaan. Dalam tiga tahun terakhir ini, PERSETIA telah melaksanakan berbagai

seminar dan workshop perpustakaan di semua wilayah lokasi anggotanya. Pada tahun 2015

PERSETIA telah melaksanakan seminar dan lokakarya untuk pengembangan pustakawan dan

perpustakaan sekolah-sekolah anggotanya di wilayah Sumatera Utara. Pada tahun 2016 pada

anggotanya di wilayah bagian Indonesia Timur dan Kalimantan dimana topik-topik kegiatan

dilaksanakan berdasarkan kebutuhan pustakawan dan perkembangan perpustakaan anggota

pada wilayah tersebut. Pada tahun 2017 PERSETIA akan kembali melaksanakan kegiatan serupa

di wilayah Sumatera dimana berdasarkan hasil evaluasi kegiatan sebelumnya ditemukan bahwa

pada umumnya peserta kurang mendapatkan pelatihan-pelatihan dan kurangnya pelatihan-pelatihan perpustakaan di wilayah mereka.

II. Tujuan

– Meningkatkan pengetahuan, wawasan dan skill Pustakawan/Staf Perpustakaan agar mampu

mengelola perpustakaan sesuai dengan fungsinya dan standar nasional.

– Pustakawan/Staf Perpustakaan dapat memberikan layanan prima bagi sivitas akademika.

– Pustakawan dapat terampil literasi informasi dan literasi media.

– Dapat membangun kerjasama antar Perpustakaan

 

Semiloka Pustakawan Teologi PERSETIA 2017
Dibuka secara resmi oleh Ketua STAKPN Tarutung Prof. Dr. Lince Sihombing
Sesi I oleh Dr. Drs. Jonner Hasugian, Kepala Perpustakaan Universitas Sumatera Utara dengan topik “Manajemen Perpustakaan Modern”.
Selain peserta dari sekolah anggota dan calon angota, semiloka juga dihadiri oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Tapanuli daerah.