Prosiding Studi Institut dan Lokakarya Kurikulum PERSETIA: “Menemukan Kembali Konteks Bertologi di Indonesia”.

Diselenggarakan oleh PERSETIA  dan Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta di Kaliurang 23-28 April 2012. Tim Penyunting: Lenta Enni Simbolon, M.Div., Pdt. Dr. Julianus Mojau, Pdt. Yusak Soleiman, Ph.D dan Pdt. H. Ongirwalu, M.Th.

Usaha berteologi secara kontekstual telah berlangsung sejak kekristenan diterima oleh masyarakat Indonesia pra-kemerdekaan. Namun usaha yang lebih sistematis barulah dilakukan oleh gereja-gereja dan sekolah-sekolah teologi di Indonesia setelah pembentukan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI; dulu DGI, 1950) dan Perhimpunan Sekolah-sekolah Teologi di Indonesia (PERSETIA, 1963).  Melalui suatu Konsultasi Nasional tahun 1970 menghasilkan prinsip berteologi yang disebut “Pergumulan Rangkap”. Melalui prinsip berteologi ini gereja-gereja dan sekolah-sekolah teologi di Indonesia menegaskan komitmen berteologi sebagai upaya menemukan kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari melalui proses-dialog-kritis antara kesaksian Alkitab dengan kenyataan-kenyataan social budaya, ekonomi dan politik kontemporer. Dalam konteks kekinian ternyata terdapat pergumulan teologis yang begitu kompleks dan menantang. Sehingga, upaya menemukan kembali konteks berteologi di Indonesia saat ini sangatlah perlu. Sampai disini, apakah anda penasaran dengan isi Prosiding ini?? Segera dapatkan prosiding ini hanya Rp. 30.000.