Tema Unity in Harmony dimaksudkan bukan sekedar slogan, sekalipun sepintas akan memberikan kesan seperti itu. Tema ini menjadi relevan karena realitas yang dipertontonkan di tengah masyarakat Indonesia sejak satu dekade terakhir adalah unity in dis-harmony dan/atau dis-unity in harmony. Kekompakkan untuk merusak keharmonisan dan/atau harmonisasi untuk saling merusak kesatuan. Sebagai para pelajar teologi, para mahasiwa peserta KNMTI berusaha menyoroti hal ini dari sudut kehidupan beragama. Dari sana juga diharapkan muncul pengetahuan, kesadaran, dan sikap positif-kreatif untuk sungguh-sungguh memperkuat unity in harmony sebagai identitas kebangsaan kita. Nah, bagaimana dengan konteks bangsa Indonesia saat ini? Jangan-jangan masalah teologis dan persoalan kemajemukan intra-Kristen dan antar-agama sesungguhnya secara mendasar berbeda, sehingga konsistensi sikap justru menjadi sebuah ketidakmungkinan. Ayo beli Prosidingnya….