Teologi Pembebasan Dalam Konteks Indonesia

Konsultasi Nasional Mahasiswa di Indonesia 2018 telah dilaksanakan di STT IKAT Jakarta. Kegiatan ini merupakan upaya merumuskan bersama kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan secara bersama di wilayah masing-masing sebagai upaya berteologi kontekstual di Indonesia khususnya dalam memerangi Pembebasan dalam konteks Indonesia. KNMTI yang melibatkan para mahasiswa Strata Satu (S1) dilaksanakan untuk memetakan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dan gereja serta STT Ikat Jakarta menjadi host KNMTI PERSETIA 2018 Kegiatan ini dilaksanakan pada 3-6 September 2018 dengan tema “Teologi Pembebasan dalam Konteks Indonesia”. KNMTI ini dibuka secara resmi oleh Rektor STT Ikat Jakarta Dr. Jimmy. M.R. Lumintang, MBA, M.Th dan direktur Pelaksana, Lenta Enni Simbolon, M.Div., Th.M. Pengantar Umum (Pemetaan) KNMTI 2018 disampaikan oleh Petrus Bimo S. Pamungkas, S.Si, (Anggota PERSETIA) selaku Pembimbing Akademik.

Dihari Pertama dilanjutkan Sesi I “Gambaran Umum Tentang Sejarah dan Latar Belakang Lahirnya Teologi Pembebasan dan Trend Teologi di Asia Masa Kini” oleh Pdt. Hendri M.Sendjaja, M.hum, Lic.Th dengan topik “Mewartakan Kabar Baik Pembebasan Bersama dan Bagi Yang Miskin, Tertawan dan Tertindas”. Narasumber lain di Sesi II oleh Pdt. Yusak B. Setyawan, Ph.D dengan Topik “Teologi Pembebasan-Poskolonial : Tantangan Bagi Generasi Muda Milenial”.Narasumber di Sesi III oleh Pdt. Hendra Setia Prasaja dari GKI Cianjur, dengan topik “Teologi Pembebasan dan Penerapannya dalam Konteks Gereja di Indonesia”. KNMTI 2018 juga mengadakan malam keakraban sekalgus malam budaya yang bertujuan untuk mengetahui budaya budaya yang ada di Indonesia. Ada yang menampilkan nyanyian memakai bahasa daerah dari STT GPI Fakfak Papua STT Sangkakala Salatiga, drama singkat dari STT IKAT JAKARTA, tarian daerah STT Biblevrouw HKBP STT BK PALU STT IKAT.

Dihari kedua Sesi IV dilanjutkan oleh Narasumber Pdt. Heemlyvaartie D. Danes yang meninjau materi tentang “Teologi Pembebasan Perempuan” dan untuk Sesi V Eksposure: “konteks Kota Jakarta sebagai Gambaran Konteks Indonesia”. Dilanjutkan ke Sesi VI dan Sesi VII yaitu melakukan Diskusi Kelompok yang dipimpin oleh Ketua masing-masing.

Hasil semua diskusi telah dipresentasikan dalam pleno untuk menemukan konklusi dari seluruh rangkaian KNMTI 2018 dan merekomendasikan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Dan membuat perumusan rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang akan dibawa pulang ke daerah masing-masing, dan menerapkan di Sekolah masing-masing.

Beberapa saran dan rekomendasi hasil KNMTI 2018 adalah:

  1. Pelatihan Soft Skill sektoral.
  2. Sarana Konsultasi sangat mendukung.
  3. Sosialisasi Eksposure: Konteks Kota Jakarta sebagai gambaran Konteks Indonesia.
  4. Deklarasi bersama Teologi Pembebasan dalam Konteks Indonesia.

Foto Kegiatan