Kuliah Alih Tahun (KAT) Persetia telah diselenggarakan lebih dari 15 tahun yang lalu. Kagiatan ini sangat dirasakan manfaatnya baik oleh mahasiswa dan dosen maupun oleh sekolah-sekolah anggota. KAT diselenggarakan dalam bentuk studi bersama mahasiswa Teologi Pascasarjana S2 dari sekolah-sekolah anggota yang menyelenggarakan program pascasarjana. Melalui program ini diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan semangat ekumenis dan pengalaman Internasional dengan para dosen yang berasal dari luar negeri. Lewat studi bersama ini mereka memiliki motivasi untuk berkomunikasi dan berpikir dalam konteks global tetapi juga terinspirasi untuk mengadakan riset untuk mengembangkan teologi di Indonesia.
Kuliah mahasiswa S2 ini mengambil tema: POLITICS ACCORDING TO CHRISTIANITY AND ISLAM. Tema ini merupakan salah satu pilihan yang menarik untuk mahasiswa S2 didasarkan pada pemikiran bahwa pentingnya arti agama khususnya Islam dan Kristen bagi individu dan sosial dalam konteks sosial-politik. Ada pandangan yang mengatakan bahwa Agama dan politik adalah sebagai dua kutub yang berbeda sepanjang kehidupan manusia. Oleh karena itu muncul pandangan ekstrim tentang hubungan agama dan politik. Pertama, pandangan yang mengatakan agama dan politik merupakan satu kesatuan yang integral, kedua, agama dan politik harus dipisahkan secara total. Dalam perjalanan sejarah politik baik di Eropa maupun di Amerika Serikat ada upaya untuk memisahkam agama dan politik, namun usaha ini mengalami kegagalan. Agama dianggap masalah pribadi manusia, bukan masalah publik. Kegagalan untuk memisahkan agama dan politik tentu saja terjadi karena agama dan politik sasarannya adalah manusia yang sama yang tidak mudah membagi diri dalam ranah yang berbeda. Apabila ditinjau dari tujuan agama dan politik, keduanya memang sulit untuk dipisahkan karena aktifitas politik dalam etika politik harus didasarkan pada nilai-nilai agama. Agama dan politik sama-sama bertujuan menegakkan keadilan, mencegah anarkhisme dan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial. Jadi tujuan agama dan politik adalah untuk membentuk masyarakat yang damai sejahtera, adil dan tentram. Kesalahan yang sering terjadi adalah penggunaan politik secara kotor, politik digunakan untuk merebut kekuasaan demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, agama, ekonomi, budaya dijadikan alat untuk kepentingan politik, sehingga berbagai cara dapat dibenarkan demi mencapai tujuan-tujuan tertentu itu. Melihat kenyataan yang demikian ini maka perlu diluruskan kembali bagaimana manusia bersikap terhadap agama dan politik. Agama harus menjadi etika dalam pelaksanaan politik, sehingga pelaksanaan politik lebih bermartabat demi menegakkan kebenaran dan keadilan bagi manusia dan masyarakat. Agama adalah sumber etika politik dan pemerintahan untuk mewujudkan Good Govermance dan Clien govermence” Munculnya kekacauan dan kebobrokan pemerintahan seringkali karena nilai-nilai agama tidak dijadikan pedoman politik.
Dalam konteks kekristenan, gereja-gereja dan lembaga pendidikan teologi belum mampu mengolah pemahaman yang benar berkaitan dengan agama dan politik bahkan gereja dan atau orang kristen masih “alergi” terhadap politik, memisahkan diri dari politik dan menganggap bahwa persoalan politik bukan menjadi tanggungjawab gereja. Pemahaman yang demikian ini menyebabkan gereja belum memberikan sumbangan pemikiran teologis yang berarti bagi orang kristen dan masyarakat menyangkut persoalan-persoalam politik. Studi ini memfokuskan diri pada pengolahan nilai-nilai yang disumbangkan oleh agama Kristen dan Islam secara teologis dalam hubungan dengan etika politik untuk menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Melalui studi ini akan dilakukan refleksi kritis terhadap politik, nilai-nilai dan praktek agama, institusi agama, khususnya Islam dan Kristen untuk membuka cakrawala baru tentang kompleksitas permasalahan politik dalam hubungan dengan agama, institusi agama.
Keiatan ini telah berlangsung di Kampus Universitas Kristen Arta Wacana (UKAW),7 – 28 Juli 2014.

Dari tema ini, isu yang diangkat adalah
a. Religious Institutions and Politic
b. Religious Practices and Politic
c. Religion, Reaction and Change From a Christian and Islam Perspective
d. The Role of Religious Intitutions in Politic
e. Politic in Christian and Islam View
f. Islam-Kristen dan Perubahan Sosial Politik