Lokakarya Nasional PTT PERSETIA 2018 (SPMI)

Pada tahun 2016 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Penjaminan Mutu mengeluarkan Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang menjadi pegangan bagi pelaksanaan sistem penjaminan mutu ekternal maupun internal. Sejalan dengan Undang-Undang No. 12 tahun 2012 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, pedoman ini kembali menegaskan kemutlakan dari kebaradaan pangkalan data yang digunakan baik untuk penjaminan mutu eksternal (SPME) maupun internal (SPMI). Data yang digunakan sebagai landasan SPME dan SPMI haruslah identik. Kebutuhan untuk menerapkan dan menyelanggaraan sistem penjaminan mutu internal semakin mendesak dalam konteks penyelenggraan pendidikan tinggi teologi di Indonesia. Sebagaimana dituntut dalam proses akreditasi BAN-PT, sebagian sekolah anggota PERSETIA telah membentuk organ Unit Penjaminan Mutu Internal, namun dalam kenyataannya unit ini tidak berfungsi atau tidak diselenggarakan sebagaimana mestinya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka PERSETIA menyelenggarakan Lokakarya Nasional Pendidikan Tinggi Teolog dengan mengambil tema Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi Teologi (PTT) pada Selasa – Jumat, 12-16 Maret 2018, bertempat di STT Cipanas.

Lokakarya Nasional (Loknas) SPMI PTT PERSETIA 2018 ini telah terlaksana dengan baik, diikuti oleh 96 orang peserta dari seluruh Indonesia, dari sekolah anggota dan calon anggota PERSETIA. Hari Pertama Loknas dibuka oleh Sambutan Ketua STT Cipanas: Pdt. Martin Elvis, D.Min; Sambutan Ketua Panitia: Pdt. Dr. Barnabas Ludji; Sambutan Ketua PERSETIA: Pdt. Yusak Soleiman, Ph.D; Perkenalan Peserta oleh Direktur Pelaksana: Lenta E.S., Th.M. Sedangkan Pengantar Umum LokNas PTT disampaikan oleh Pdt. Yusak B. Setyawan MATS, Ph.D yang sekaligus Project Officer kegiatan ini. Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi oleh Narasumber dari Kemenristek Dikti yaitu Prof. Dr. Aris Junaidi (Direktur Penjaminan Mutu, Kementerian Ristek dan Dikti) yang membawakan topik  „Desain dan Implementasi SPMI dalam penyelenggaraan Pendidikan Tinggi”. Presentasikan berikutnya adalah oleh Narasumber Komala Inggarwati, S.E., M.M. (LPMAI UKSW) dan Prof. Samuel B. Hakh (PPMI STFT JAKARTA) dengan topik „Praktek dan Langkah-langkah Penyelengraan SPMI. Kedua narasumber ini menguraikan bagaimana UKSW dan STFT Jakarta sudah melengkapi standar-standar yang sudah diinstruksikan oleh pemerintah. Walau ini pekerjaan berat, hal ini akan berdampak baik bagi kualitas sekolah atau lembaga,

Sesi yang tidak kalah penting adalah sesi „Panel Tukar Pengalaman di Antara Sekolah Anggota dimana  4 Panelis (2 Sekolah di bawah pembinaan Kemenristek Dikti dan 2 Sekolah di bawah pembinaan Kemenag) menguraikan pengalaman masing-masing dalam menyusun SPMI. Empat (4) sekolah yang presentasi adalah Yetli Oslan, S.Kom, M.T dari F.Th UKDW,  Pdt. Agustinus Batlajery, Ph.D. dari F.TH UKIM, Pdt. Dr. Jammes Takaliuang, M.Th  dari I-3 Batu Malang dan Pdt. Alfius Areng Mutak, Ed.D dari STT Aletheia Lawang). Setelah empat (4) sekolah anggota presentasi maka lalu dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dan diskusi.

Hari kedua Loknas dilanjutkan dengan merancang desain SPMI masing-masing sekolah anggota dalam kelompok-kelompok diskusi. Ada 5 (lima) kelompok dengan masing-masing 6-7 peserta pada setiap kelompok yang berdiskusi bersama dalam menyusun dokumen SPMI sekolah masing-masing. Laporan desain SPMI yang sudah disusun ini lalu didiskusikan dalam Pleno kelompok. Setelah Pleno, acara dilanjutkan dengan pertemuan koordinatif  pengurus PERSETIA dan sekolah-sekolah anggota yang secara khusus mengevaluasi peran dari sekolah anggota dalam kebersamaan di PERSETIA, termasuk persiapan setiap anggota untuk RUA di Medan. Hari terakhir Loknas diisi dengan evaluasi program dan Rencana Tindak Lanjut.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*