Menggereja secara baru di Indonesia

Studi Institut 2015 dilaksanakan di STT Jakarta pada tanggal 24 sampai 26 Juni 2015.  Studi ini membahas pokok Eklesiologi dengan tema: “Menggereja Secara Baru di Indonesia”. Pembimbing Akademik SI adalah Pdt. Yusak Soleiman, Ph.D. (Ketua Pengurus dan Ketua STT Jakarta) dan Pdt. Yetty Leyloh, M.Hum (Bendahara dan dosen di FT UKAW-Kupang). Dalam Studi Institut ini peserta diarahkan untuk memetakan masalah-masalah eklesiologis-kontekstual di Indonesia, merumuskan pokok-pokok eklesiologi yang relevan untuk dikembangkan sebagai upaya pembaruan kurikulum pendidikan teologi. Peserta SI terdiri dari dosen pengampu bidang studi Eklesiologi dari Sekolah-sekolah anggota dan calon anggota, utusan-utusan sinode gereja-gereja yang ada di Jakarta juga mitra lainnya.

Acara SI 2015 diawali dengan Ibadah Pembuka di Kapel STTJ dimana Bambang Subandrijo (dosen STTJ) membawakan refleksi pembuka, selanjutnya SI 2015 dibuka resmi oleh  Ketua STTJ Pdt. Joas Adiprasetya, Th.D dan Ketua PERSETIA Pdt. Yusak Soleiman Ph.D. Narasumber dalam SI 2015 adalah Pdt. Joas Adiprasetya, Th.D yang membawakan materi  “Arah baru Eklesiologi Masa Kini”. Dilanjutkan oleh Pdt. Dr. Julianus Mojau yang membawakan topik “Konteks Menggereja di Indonesia”. Narasumber lainnya Pdt. Yusak Budi Setiawan, MATS, Ph.D. membawakan materi “Menuju Eko-Eklesiologi: Gereja dalam Konteks Persoalan Ekologis di Indonesia”. Satu-satunya narasumber perempuan adalah Pdt. Dr. Mery Kolimon yang membawakan materi “Mengupayakan Eklesiologi Kontekstual”.

Selain penyajian dari narasumber, ada presentasi-presentasi dari sekolah anggota Persetia yang akan memberikan gambaran eklesiologi dalam kurikulum STT masing-masing.  Wakil STT yang menyajikan presentasi adalah Vic. Suryaningsih Mila  dari Fakultas Teologi UKAW; Pdt. Dr. Keloso S. Ugak dari STT GKE Banjarmasin; Dr. Jan Yahaman Damanik dari STT Abdi Sabda Medan; Pdt. IYM Wuri, M.Th. dari STT GKST Tentena; S. Botara dari Fakultas Teologi UNIERA Halmahera.

Pembahasan Studi ini diperkaya oleh pengalaman eklesiologi Gereja-gereja di Indonesia. Sinode yang mengutus utusannya dan menyajikan presentasi eklesiologinya antara lain Pdt. Ephenetus Tarigan, M.Th dari GBKP (Gereja Batak Karo Protestan); Pdt. Arliyanus Larosa, M.Th dari sinode GKI Am (Gereja Kristen Indonesia), Pdt. Aris Widaryanto, M.Min dari GKJ (Gereja-gereja Kristen Jawa); Pdt. Samuel. B. Prasetya, M.Si dari GIA (Gereja Isa Almaseh) dan Pdt. Dr. Bambang Nugroho Hadi dari GKSBS (Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan). Kegiatan ini dihadiri oleh 113 peserta dengan perincian 57 peserta adalah dosen dari sekolah anggota, 8 orang dosen dari calon anggota, 5 orang pengurus Persetia, 23 orang dari gereja-gereja dan mitra, 4 orang narasumber dan 16 orang panitia lokal.  Total peserta ditargetkan 75 orang namun dalam SI 2015 peserta berjumlah 93 orang. Seluruh peserta terdiri dari 68 orang laki-laki dan 45 orang perempuan.

Studi Institut 2015 berjalan baik dan peserta sangat partisipatif. Pada hari kedua, peserta dibagi dalam 3 kelompok untuk mendiskusikan topik yang berbeda. Diskusi kelompok berjalan baik dan partisipatif namun jumlah peserta diskusi terlalu besar (lebih dari 25 orang tiap kelompok). Tema Eklesiologi di SI 2015 adalah tindak lanjut dari tema tahun 2014 “Lay Leadership”.

SI 2015 direncanakan berakhir 26 Juni 2015 namun kenyataannya sudah selesai 25 Juni karena acara diskusi kelompok yang seharusnya 3 sesi dapat diselesaikan dalam 2 sesi saja, sehingga peserta mengusulkan penutupan di tanggal 25 Juni. Pembimbing Akademik dan seluruh peserta dan panitia sepakat untuk melaksanakan penutupan 25 Juni 2015 dimana refleksi penutup dibawakan oleh Pdt. Daniel Sopamena (STT INTIM Makassar). Studi ini dapat berjalan dengan baik tentu dengan dukungan STTJ sebagai tuan/nyonya rumah. Ketua panitia adalah Pdt. Sally Neparassi dibantu oleh mahasiswa S2, staf kantor STTJ dan staf Persetia sebagai panitia lokal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*