Memahami Korupsi, Moralitas, dan Karakter Beragama di Indonesia

Konsultasi Nasional Mahasiswa Teologi Indonesia (KNMTI), 13-16 Oktober di Fakultas Teologi UKSW, Sala%ga dengan tema “Memahami Korupsi, Moralitas dan Karakter Beragama di Indonesia"

Sebagai bentuk komitmen PERSETIA untuk menjadi wadah berdialog dan bertumbuh bagi calon-calon teolog, sebagai mahasiswa dari sekolah-sekolah anggota PERSETIA, akan diadakan acara KNMTI di kampus UKSW Salatiga dengan tema Memahami Korupsi, Moralitas, dan Karakter Beragama di Indonesia. Acara tersebut berlangsung pada tanggal 13-16 Oktober 2015 di Fakultas Teologi UKSW Salatiga. Adapaun narasumber yang berbicara dalam KNMT 2015 antara lain: Dr. Bibit Samad Rianto (Wakil Ketua KPK periode 2007-2011); Yonky Karman Ph.D (Dosen PL STT Jakarta); Sujanarko (Direktur Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK periode 2011-2015); Sandri Justiana (Fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK); Dr. Maya Indah dari Pusat Studi Anti Korupsi (PSAK) Fakultas Hukum UKSW.

KNMTI 2015 diikuti sebanyak 68 mahasiswa utusan sekolah anggota dan calon anggota PERSETIA. Aacara KNMTI 2015 resmi dibuka oleh rector UKSW Prof. John Titaley dan sambutan dari Persetia oleh Pdt. Yusak B. Setyawan, Ph.D. Dalam KNMTI kali ini, seluruh peserta berkesempatan bertatap muka muka dan berdiskusi dengan Walikota Salatiga, Bapak Yuliyanto.

Hasil KNMTI 2015 menghasilkan Deklarasi “CATUR PRASETYA KNMTI 2015 PERANGI KORUPSI” yaitu :

  1. Kami mahasiswa teologi sebagai generasi penerus gereja, bertekad untuk menjadi agen-agen perubahan yang memerangi budaya korupsi, melalui pendidikan karakter dan spiritualitas yang dimulai dari dalam gereja.
  2. Kami mahasiswa teologi sebagai calon pemimpin gereja dan masyarakat bertekad untuk mengikuti keteladanan moral Yesus dan mengajarkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Kami mahasiswa teologi sebagai bagian dari negara hukum, Berintegritas melawan korupsi dengan menjunjung tinggi hukum yang ada melalui ketaatan kepada hukum dan peraturan di kampus sebagai mahasiswa, di gereja sebagai pelayan, dan di lingkungan sebagai masyarakat.
  4. Kami mahasiswa teologi sebagai umat beragama bersama dengan umat beragama lain, siap untuk memerangi budaya korupsi melalui pendidikan dan keteladanan hidup.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*