Studi Institut PERSETIA 2016

Studi Institut PERSETIA 2016 telah di laksanakan di Batu, Jawa Timur. Studi ini merupakan upaya membangun satu teologi tentang Pelayanan Pastoral untuk masyarakat Indonesia yang sedang mengalami masa transisi. Studi Institut  yang melibatkan para dosen dan pimpinan gereja serta pendeta jemaat ini dilaksanakan untuk memetakan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dan gereja serta merumuskan bentuk-bentuk aksi pastoral dalam masyarakat.

Institut Injil Indonesia (I-3) Batu, Jawa Timur menjadi  host  Studi Institut  PERSETIA 2016. Kegiatan ini dilaksanakan pada 7 – 10 Juni 2016 dengan tema “Pelayanan Pastoral pada Masa Transisi Masyarakat”. Studi Institut dibuka secara resmi oleh Rektor I3 dan Ketua PERSETIA. Pdt. Dr. G. Sudarmanto, D.Th sebagai Rektor Institut Injil Indonesia dalam sambutannya mengatakan: Studi Institut yang bertajuk “Pelayanan Pastoral pada Masa Transisi Masyarakat” merupakan pokok bahasan yang penting dan sangat mendesak. Perubahan ‘super cepat’ dalam tantangan masyarakat global dan plural telah melahirkan beragam dampak serius bagi ras manusia secara personal maupun komunal. Teknologi tinggi (high-tech) telah menjadi instrumen paradoks.

Pengantar Umum (Pemetaan) disampaikan oleh Pdt. Yusak Solaiman, Ph. D., dan Pdt. Yetty Leyloh, S.Th., M.Hum selaku Pembimbing Akadamik. Para pengampu Studi Institut PERSETIA  Tahun 2016 adalah para dosen yang ahli dalam bidang pastoral seperti: Anthony J. Headley, Ph.D (Professor of Counseling Asbury Theological Seminary, USA), yang meninjau tentang Perkembangan Terkini Studi Konseling Global dan Stress Management.  Dr. Totok S. Wiryasaputra (Dosen Pastoral UKSW dan Pendiri Asosiasi Konselor Pastoral Indonesia), meninjau tentang Wajah Konseling Pastoral Indonesia dan Tantangannya. Pengampu lainnya adalah Pdt. Nursini Sihombing, M.Th (Supervisior Clinical Pastoral Education di United Mision Evangelical (UEM) Wilayah Asia), yang meninjau tentang Pendidikan Pastoral Multikultural di Indonesia/ Multicultural Clinical Pastoral Education dan Dr. John Campbell-Nelson (Dosen UKAW, Kupang), memberi presentai yakni  Relevansi Pelayanan Konseling Pastoral pada Masa Kini di Indonesia.

Studi Institut 2016 juga diisi dengan presentasi dari Sekolah-sekolah Teologi Anggota PERSETIA seperti : SAAT Malang, STT GPI Papua, F.Th UKSW, STT Sundermann Nias, dan F.Th UKIT dengan topik “Model Pendidikan Akademis dan Professional Konseling Pastoral”.  Juga presentasi dari gereja-gereja dan Rumah Sakit seperti:  GKJW, GBKP, GKS, Rumah Sakit Baptis Kediri, dan Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta dengan topik: “Model Pelayanan Konseling Pastoral di Gereja dan Rumah Sakit”. Setelah semua pemaparan para narasumber, Studi institut dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Hasil semua diskusi akan dipresentasikan dalam pleno di hari ketiga untuk menemukan konklusi dari seluruh rangkaian Studi Institut dan merekomendasikan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*